f Urwatun Wursqa: Cerita & Kisah
  • Pondok Pesantren Mafaza Yogyakarta

    Sebuah Pondok pesantren yang ada di Yogyakarta, tempatku membangun karakter dan mental dengan ilmu agama yang diajarkan...

  • Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Sebuah kampus yang akan membangun kader pemimpin bangsa dan penegak hukum yang amanah dan dapat dipercaya http://uin-suka.ac.id/...

  • Kampus MAN Lab. UIN Yogyakarta

    Lembaga setingkat SMA, yang dalam lembaga itu aku memulai belajar berorganisasi, belajar bertanggung jawab, serta belajar menjadi pemimpin...

  • Kementrian Agama Republik Indonesia

    Salah satu kementrian yang ada dalam susunan penerintahan, yang suatu saat nanti aku akan menjadi pemimpin di Kementrian Agama Tersebut...

Tampilkan postingan dengan label Cerita & Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita & Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2019

Powerbank... Nyawa Travelingku



Indonesia adalah negara yang  kata orang dijuluki tanah surga. Ya memang benar, Indonesia adalah negara yang indah dengan banyak keunggulan-keungglannya, mulai dari kekayaan alamnya yang begitu melimpah hingga tempat wisata yang begitu mepesona. Hampir disetiap daerah atau provinsi mempunyai wisata, baik asli dari alam ataupun yang sengaja dibuat untuk kepentingan wisata. Sebut saja Raja Ampat, salah satu tempat wisata alam yang begitu indah, dimana tempat wisata ini memiliki berbagai julukan, seperti surga bawah laut, dan surga terakhir dunia. Selanjutnya, Candi Borobudur yang diakui oleh UNESCO sebagai salah satu keajaiban dunia.

Suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya apabila bisa traveling dan menikmati secara langsung keindahan nusantara. Namun karena berbagai kendala, saya hanya bisa traveling ke tempat-tempat yang dekat dengan domisili saya yakni di Yogyakarta. Tempat wisata yang sering saya kunjungi adalah pantai, baik di Gunung Kidul maupun Kulonprogo. Dalam tulisan ini saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman traveling saya, khususnya mengenai barang-barang yang selalu saya bawa ketika traveling.

Waktu yang saya gunakan untuk treveling terkadang berbeda-beda, kadang beberapa jam saja sudah cukup apabila jarak lokasi yang saya kunjungi dekat, seperti Malioboro, Kraton Ngayogyakarta Hardiningrat, dan lokasi disekitarnya. Namun apabila lokasi traveling lumayan jauh bisa memerlukan waktu seharian, dan bahkan kadang menginap atau ngecamp di lokasi tersebut. Barang yang dibawa untuk travelingpun berbeda-beda tergantung kebutuhan dan tempat yang dikunjungi.

Saat traveling ke lokasi yang dekat ataupun jauh namun tidak menginap, barang yang saya bawa diantaranya tas kecil tas kecil, HP, powerbank, charger, kabel data, dan dompet yang berisi identitas pribadi saya seperti KTP, SIM, ATM, dan sejumlah uang. Namun apabila traveling diahruskan menginap maka ada beberapa barang tambahan yang saya bawa, diantaranya tas besar, stop kontak listri, dan terkadang tenda apabila ngecamp. Semua barang tersebut harus saya bawa agar #SIAPDIJALAN Supaya Tetap Santuy. Barang-barang elektronik yang saya bawa untuk traveling bisanya saya beli di toko online.

Apabila barang-barang yang biasanya saya bawa tersebut tertinggal, maka saya harus balik lagi kerumah, terutama dompet dan HP yang baterainya terisi full. Dua barang tersebut seperti nyawa kedua bagi saya untuk menikamati indahnya masa traveling. Andai kata barang semacam tas kecil, powerbank, charger dan sebagainya tidak terbawa, bagi saya tidak begitu dipermasalahkan. Hal ini dikarenakan bisa meminjam barang tersebut kepada teman yang ikut traveling bareng saya.

Pernah suatu ketika saya traveling ke salah satu pantai di Kabupaten Bantul, sebut saja pantai Parangtritis. Ketika itu saya lupa membawa powerbank dan sebelum berangkat HP tidak dicharger, alhasil belum selesai traveling baterai HP habis dan matilah HP saya. Teman-teman yang ikut traveling bareng saya juga tidak ada yang membawa powerbank. Tranveling ke Pantai Parangtritis itu terasa ada yang kurang, karena hal yang biasa yang lakukan saat traveling yakni ambil gambar atau fotografi tidak bisa saya lakukan. Pulang dari Pantai Parangtritis dengan tangan hampa dan hanya membawa tubuh yang kecapekan.

Pengalaman selanjutnya baru terjadi sekitar beberapa minggu yang lalu, ketika itu akan traveling Pantai Drini di Gunung Kidul. Powerbank saya kembali ketinggalan dirumah dan baterai HP tinggal 60%. Karena pengalaman yang pernah saya alami tersebut maka saya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu mengambil powerbank agar saya #SIAPDIJALAN dan Supaya Tetap Santuy. Ketika itu prinsip saya lebih baik menyusul teman-teman yang sudah berangkat terlebih dahulu daripada traveling tidak bisa santuy.

Itu sedikit cerita mengenai barang-barang yang harus saya bawa saat treveling agar #SIAPDIJALAN dan Supaya Tetap Santuy. Pesan saya, malem sebelum berangkat traveling siapkan barang-barang yang hendak dibawa, karena keberhasilan sesutu tergantung persipan yang dilakukan sebelumnya.

Sabtu, 28 Januari 2017

"INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA."



Tgl 31 Oktober;1948 : Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948 : Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lain'y.

Tgl 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949 : PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semua'y berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951 :
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuh'y mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasi'y, tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

Tgl 15 Februari 1958 :
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dgn dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

Medio Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962 : Kongres PKI.

Tahun 1963 : PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuk'y Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ.Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

Bulan Desember 1964 :
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965 : Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanita'y, dan jg merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injak'y.

Awal Tahun 1965 : PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965 : Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965 : PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota'y di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayat'y ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahanda'y dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir'y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.

G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain : Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuk'y DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965 : Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965 : Ormas Anshar NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshar Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshar Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshar Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazah'y dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshar yg dibantai, dan ad beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965 : Anshar NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

Tgl 12 Maret 1965 : Soeharto melarang secara resmi PKI. Bulan April 1965 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidato'y di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanan'y terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

Tgl 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasi'y dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015 Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisan'y yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lg daftar kekejaman'y di negeri tercinta ini..

Semoga Allah SWT  senantiasa melindungi kita semua.

Semoga matahati anak bangsa ini dapat melihat mengamatinya

OLAHRAGA SUNAH NABI MUHAMMAD SAW




ﻛُﻞُّ ﺷَﺊْ ٍﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻴْﻪِ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ﺇِﻻَّ ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣُﻼَﻋَﺒَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﻪُ ﻭَﺗَﺄْﺩِﻳْﺐُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻓَﺮَﺳَﻪُ ﻭَﻣَﺸْﻴُﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻐَﺮْﺿَﻴْﻦِ ﻭَﺗَﻌْﻠِﻴْﻢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ 
ﺍﻟﺴِّﺒَﺎﺣَﺔَ

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Perkataan Umar Bin Khattab :

ﻋَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺃَﻭْﻻَﺩَﻛُﻢ ﺍﻟﺴِّﺒَﺎﺣَﺔَ ﻭَﺍﻟﺮِّﻣَﺎﻳَﺔَ ﻭَﺭُﻛُﻮْﺏَ ﺍﻟﺨَﻴْﻞِ

Umar bin Al-Khattab berkata,"Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda".
Hadits sejenis juga ada, yaitu yang menyebutan keharusan mengajarkan anak kita berenang. Namun para ulama mengatakan bahwa hadits itu bermasalah. Hadits itu adalah :

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺭَﺍﻓِﻊِ ﻗَﺎﻝَ ﻗُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻟِﻠْﻮَﻟَﺪِ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺣَﻖٌّ ﻛَﺤَﻘِّﻨﺎَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ؟ ﻗﺎَﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ ﺣَﻖُّ ﺍﻟﻮَﻟَﺪِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻌَﻠِّﻤَﻪُ ﺍﻟﻜِﺘَﺎﺑَﺔَ ﻭَﺍﻟﺴِّﺒَﺎﺣَﺔَ ﻭَﺍﻟﺮَّﻣْﻲَ

Dari Abi Rafi', dia bertanya,"Ya Rasulullah, apadaha ada kewajiban atas kita terhadap anak kita, sebagaimana kewajiban anak kepada kita?". Rasulullah SAW menjawab,"Ya, hak anak atas ayahnya adalah diajarkan membaca, berenang dan memanah".


Sabtu, 29 Oktober 2016

DESA TERCINTA



DESAKU TECINTA
(Desa Ngadiharjo, Borobudur, Magelang)
SMP Negeri 2 Borobudur, salah satu sekolah umum yang berada di desaku
Tidak terasa sudah empat tahun Aku meninggalkan sebuah desa yang begitu aku cintai. Selama empat tahun silam aku pergi merantau untuk melanjutkan pedidikanku di salah satu kota besar di Indonesia yang terkenal dengan Kota Pelajar, atau Kota Yogyakarta. Aku mulai merantau dengan belajar di sebuah sekolah yang berada di bawah Kementrian Agama , yaitu MAN Lab.UIN Yogyakarta, sekaligus menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah Yogyakarta. Setelah lulus dari MAN Lab. UIN Yogyakarta,aku mengabdikan diri di MA Mafaza Ketandan, Banguntapan, Bantul, sebagai pembina pramuka  sambil melanjutkan pendidikanku guna memperoleh ilmu hukum dan gelar Sarjana Hukum yang kelak bermanfaat untuk warga desaku dan umat, di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah atau hukum keluarga.
Selama empat tahun aku belajar di Kota Pelajar, aku hanya pulang beberapa kali, terhitung tiap tahun dua kali, yaitu saat libur semester ganjil dan saat Hari Raya Idul Fitri. Perasaan rindu akan desa dimana aku dilahirkan selalu jadi selimut dalam hidupku, terutama orang tua dan guru ngajiku. Selama empat tahun itu pula, aku selalu ingat akan kenangan indah di desa tercinta yang sampai sekarang masih membekas dalam memoriku, Desa Ngadiharjo namanya.
Desa Ngadiharjo adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Desaku termasuk desa yang luas secara geografis dibandingkan dengan desa lain di Kecamatan Borobudur. Jarak tempuh dari desaku ke Kecamatan Borobudur sekaligus ke Candi Borobudur 15 menit, dan jarak tempuh menuju Ibu Kota Kabupaten Magelang kurang lebih 30 menit menggunakan sepeda motor.
Kondisi desaku hingga kini masih indah bagaikan desa impian, udara masih sangat segar dan sejuk pada siang maupun sore hari. Hamparan sawah yang hijau masih menjadi pemandangan indah yang tak bisa Aku jumpai di tempatku merantau, Yogyakarta. Mayoritas penduduk desaku bekerja sebagai petani ataupun buruh tani seperti ayahku, yang pergi ke sawah mulai pagi hari dan pulang diwaktu dhuhur ataupun setelah asar. Dari segi sarana dan prasarana, desaku sudah boleh dikatakan sebagai desa yang berkecukupan, mulai dari sambungan listrik PLN, Posyandu, sekolah, tempat peribadahan (masjid), hingga jalan yang menghubungkan desaku dengan ibu kota kecamatan maupun kabupaten.
Warga desaku sangatlah ramah, saat bertemu mereka saling tegur sapa, saling mengenal, bahkan hampir satu desa mereka saling kenal. Berbeda dengan di kota, bila bertemu hanya kadang-kadang tegur sapa, dan yang paling memperihatinkan mereka tidak saling mengenal, walaupun hanyatetangga rumah.
Banyak sekali kenangan yang tertinggal di desa ini, mulai kenangan manis hingga kenangan pahit, apalagi kalau mengingat kembali cerita masa kecil dulu, mandi di kali, main layang-layang, main kelereng, dan masih banyak lagi. Namun yang paling aku suka dan aku rindukan adalah waktu setelah asar menjelang maghrib. Pada waktu tersebut banyak remaja dan orang tua yang bercanda di depan rumah, baik rumah sendiri maupun rumah tetangga, menunggu berkumandangnya adzan maghrib, dan saat adzan maghrib berkumandang mereka berbondong menuju masjid. Setelah maghrib terdapat pemandangan indah dimana anak-anak, remaja orang tua menyandang kitab suci Al-Qur’an.
Itulah sekelumit cerita tentang desaku yang sangat aku rindukan, di desa ini aku dilahirkan dan tempatku kembali dari perantauan. Aku minta do’a dari teman-teman semua, semoga suatu hari nanti aku bisa pulang dengan gelar Sarjana Hukum dan Hafidz, yang kelak bisa kuamalkan untuk masyarakat desaku dan negeri tercinta ini, INDONESIA. Tunggu kedatanganku Desaku, Indonesiaku.


Kamis, 05 Mei 2016

Teks Drama Bawang Merah dan Bawang Putih

BAWANG MERAH & BAWANG PUTIH

 

          Narator :         Di sebuah desa, hiduplah satu keluarga yaitu Bawang Putih bersama sang ibu tiri dan saudara tirinya, yaitu Bawang Merah. Bawang Putih hidup menderita  dengan siksaan dan hinaan dari saudara dan ibu tirinya.Hingga di suatu hari yang cerah ……….

 

          Bawang Merah  : “ Putih…..Putih….(berteriak - teriak). Kesini kamu. Kenapa ruang tamu masih kotor ??? dasar pemalas. Cepat bersihkan ruang tamu sampai bersih !!! “

          Bawang Putih    : “ Baik Bawang Merah. “

 

          Narator :                  Baru saja Bawang Putih mulai membersihkan ruang tamu, tiba – tiba terdengar teriakan ibu tiri memanggil namanya.

 

         Ibu tiri            :” Putih…..Putih…..(berteriak - teriak). “

        Bawang Putih    :” Iya ibu, ada apa? ”

         Ibu tiri            :” Dimana sih kamu ? “

         Bawang Putih    :” Saya di ruang tamu, bu.”

         Ibu tiri            :” Kenapa dari tadi dipanggil tidak dijawab??? Tuli ya kamu ?? “

         Bawang Putih    :” Maaf ibu, saya keasyikan bersih -  bersih, jadi tidak            terdengar. ”

          Ibu tiri  :” halah……alasan saja. Memang dasar anak pemalas. Cuci baju – baju itu. Cucian menumpuk dibiarkan saja. “

        Bawang Putih    :” Baik ibu. Tapi saya selesaikan ini dulu, ya ?”

        Ibu tiri :” Dasar pembangkang, cepat cuci baju itu ‘SEKARANG’ juga !!!”

         Bawang Putih    :” Baik ibu.”

 

         Narator :         Belum sempat berdiri, tiba – tiba muncul Bawang Merah dengan membawa setumpuk baju.

 

        Bawang Merah  :” Nih, cuci semua , awas kalau ada yang rusak……yang wangi, gak pake lama !! “

        Bawang Putih    :” Iya, Merah”

 

       Narator :         Dengan hati yang terluka, Bawang Putih pergi ke sungai untuk mencuci baju – baju kotor ibu dan kakak tirinya.

 

        Bawang Putih    :” Uh, dasar ibu dan kakak tiri cerewet, nyebelin banget . “

 

       Narator :         Sesampainya di sungai, Bawang Putih segera mencuci baju – baju itu. Tiba – tiba seekor Ikan Mas datang menghampirinya.

 

        Ikan Mas         :” Hai gadis cantik, siapa namamu ? “

         Bawang Putih    :” Hai, Ikan Mas…. namaku Bawang Putih. “

         Ikan Mas         :” Wah….banyak sekali cucianmu, teman. “

         Bawang Putih    :” Iya Ikan Mas, ini baju milik ibu dan kakak tiriku yang sangat jahat. ” 

        Ikan Mas         :” Kasihan sekali kamu, teman.Bolehkah aku membantumu?? ”

       Bawang Putih    :” Tentu saja. Tetapi kamu mau membantu apa?? ”

        Ikan Mas         :” Lihat saja nanti . Sekarang mundurlah. ” 

 

        Narator :         Tiba – tiba Ikan Mas mengeluarkan sihirnya dan sekejap cucian kotor itu menjadi bersih.

 

        Bawang Putih    :“ Wah…..kamu hebat , cucian sebanyak ini bisa bersih seketika.

    Terima kasih Ikan Mas. Aku harus pulang sebelum mereka marah kepadaku. “

         Ikan Mas         :”  Iya teman, hati – hati di jalan ya.”   

 

           Narator :         Sesampainya di rumah, ibu dan kakak tirinya sedang bersantai di depan rumah dan mereka tidak percaya Bawang Putih datng secepat itu. 

 

          Bawang Merah  :” Cepat sekali kamu mencucinya?? Kamu cuci apa tidak baju – bajuku?? Sini lihat. ”

        Bawang Putih    :“ Saya cuci kok kak,”(sambil menyodorkan hasil cuciannya )

        Bawang Merah  :” Apa ini?? Masih kotor semua kayak bigini kamu bilang sudah dicuci?? ”(sambil membuang baju – baju yang telah dicuci)

        Bawang Putih    :” Jangan dibuangi kak, baju itu sudah bersih. ”

         Bawang Merah  :” Halah….dasar pemalas, cepat cuci ulang semua baju – baju ini!! ”

        Bawang Putih    :” Tapi kak…..”

        Ibu tiri  :” Jangan banyak bicara, cepat cuci lagi.”

        Bawang Putih    :” Baik ibu. “

 

         Narator :         Dengan sangat terpaksa, akhirnya Bawang Putih kembali pergi ke sungai untuk mencuci baju – baju itu. Saat Bawang Putih sedang mencuci baju milik Bawang Merah, tiba – tiba arus sungai sedikit lebih deras, sehingga baju milik Bawang Merah hanyut terbawa arus sungai.

 

         Bawang Putih   :” Wah….celaka, baju Bawang Merah hanyut, bisa dibunuh kalau sampai tidak ketemu. Aku harus menyusuri sungai ini sampai baju itu ketemu.”

 

         Narator :         hanpir 1 jam berlalu, tetapi Bawang Putih masih terus menyusuri sungai untuk mencari baju Bawang Merah. Hingga akhirnya ia bertemu Ikan Mas tentang baju Bawang Merah.

 

          Bawang Putih    :” Hai Ikan Mas, aku ingin bertanya. Apakah kamu melihat sebuah baju berwarna merah yang hayut terbawa arus sungai ini ?? “

          Ikan Mas         “  Iya, tadi aku melihat ada baju terbawa sungai , tetapi karena saya tidak tau kalau itu baju milik mu, maka aku biarkan saja baju itu. “

          Bawang Putih    :“ Baiklah terima kasih Ikan Mas , saya akan mencoba mencarinya lagi.”

 

         Narator :         Bawang Putih pun mencari baju yang hanyut tadi. Hingga akhirnya ia bertemu dengan 2 orang Raksasa. Dengan menahan rasa takut, Bawang Putih bertanya pada si Raksasa. 

 

         Bawang Putih    :” Hai Raksasa yang baik hati, kenalkan nama saya Bawang Putih. Bolehkah saya bertanya padamu?? ”         

         Raksasa 1         :” Kau ingin bertanya apa, Bawang Putih?? “

         Bawang Putih    :“ Apakah kamu melihat sebuah baju berwarna merah yang hayut terbawa arus sungai ini ?? “

          Raksasa 2        :” Apakah ini yang kamu maksud?”(sambil menunjukkan sebuah baju merah)

          Bawang Putih    :” Wah…benar, ini yang saya cari wahai Raksasa. Bolehkah saya meminta baju itu ? karena ini milik kakak tiriku yang jahat. Kalau saya pulang dan tidak membawa baju itu, saya bisa di hukum. ”

         Raksasa 2        :” Tentu saja boleh, bawalah baju ini pulang. ”

          Bawang Putih    :” Terima kasih tuan Raksasayang baik hati. “

         Raksasa 1         :” Eh…tunggu dulu. Sebelum kumu pulang ambilah salah satu barang ini yang kamu sukai, ini sebagai tanda kebaikan hatimu “

        Bawang Putih    :” Saya memilih ini saja. ”(sambil mengambil barang yang lebih kecil)

        Rasasa 2 :” Pilihan yang tepat, pulanglah segera dan bukalah bungkusan itu sesanpainya di rumah.”

 

         Narator :         Bawang putih pun bergegas pulan ke rumah, sebelum kakak dan ibu tirinya marah. 

 

         Ibu tiri  :” Kenapa kamu mencuci lama sekali?? “

         Bawang Merah  :” Halah…paling – palin dia main dulu,bu “

         Ibu tiri  :” Apa itu yang kamu bawa?? “

         Bawang Putih    :” Bukan apa _ apa kok, bu. Ini hanya pemberian seorang Raksasa. ”

         Bawang Merah  :” Cepat,bawa sini deh ,dan buka bungkusan itu.” 

 

        Narator :         Kemudian Bawang Merah ,Bawang Putih dan ibu tirinya membuka bungkusan itu, mereka pun terkejut saat melihat isi bungkusan yang dibawa Bawang Putih adalah sekotak perhiasan. Munculah sifat iri dan niat buruk pada diri Bawang Merah dan ibunya.

 

 

           Bawang Merah  :” Ibu, kita juga harus pergi ke tempat Raksasa itu dan kita minta bungkusan lebih besar dari bungkusan si Putih tadi.”

          Ibu tiri  :” Kalau betulanakku, isi bungkusan itu pasti akan lebih banyak dari ini dan kita bisa menjadi kaya. “

         Bawang Merah  :” Tunggu apa lagi bu, ayo kita berangkat ! “

 

         Narator :         Mereka pun berangkat menuju ke tempat Raksasa itu berada.  Dan sesampainya di sana, tanpa basa – basi mereka pun langsung meminta bungkusan pada raksasa itu.

 

        Bawang Merah  : “Hai Raksasa jelek, kau kan yang memberikan bungkusan yang berisi perhiasan kepada Bawang Putih ??”

        Raksasa 2        : “ Kok kalian tahu sih, memang kenapa ? “

        Ibu tiri  : “ Cepat berikan juga kepada kami. “

          Raksasa 1         : “ Baiklah, aku akan bungkusasn pada kalian.(sambil mengeluarkan 1 bukusan besar dan 1 bungkusan kecil) Silahkan kalian ambil salah satu dari bungkusan ini.  ”

 

               Narator :         Tanpa berpikir panjang, Bawang Merah dan ibunya langsung memilih bungkusan yang besar.

 

         Bawang Merah  : “ Tentu saja kami memilih bungkusan ini. “

        Ibu tiri  : “ Nah, sekarang kita sudah mendapatkan bungkusan ini, ayo kita pulang dan buka bungkusan ini.”

            Bawang Merah : “ Iya ibu,ayo kita pulang, dah…Raksasa jelek. “

 

         Narator :         Mereka pun pulang. Sesampainya di rumah, mereka segera membuka bungkusan itu.

 

       Ibu tiri  : “Wahh….tidak sabar melihat isi bungkusan ini. “    

        Bawang Merah  : “ Iya ibu, aku juga ingin lihat isinya, pasti isinya perhiasan yang sangat banyak. “

 

        Narator :         Saat membuka bungkusan itu, ternyata yang mereka pilih, bukan perhiasan yang sangat banyak, tetapi ular berbisa yang sangat bayak. Akhirnya, mereka pun meninggal karena tergigit oleh ular – ular itu. Dan akhirnya Bawang Putih terbebas dari siksaan ibu dan kakak tirinya yang jahat.  

Minggu, 24 April 2016

10 SAHABAT PENGHUNI SYURGA

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  أَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِى الْجَنَّةِ وَعَلِىٌّ فِى الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِى الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِى الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِى الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِى الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِى الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ  فِى الْجَنَّةِ.


Dari Abdurrohman bin ‘Auf rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Abu Bakar di Surga, Umar di Surga, Utsman di Surga, Ali di Surga, Tolhah di Surga, az-Zubair di Surga, Abdurrohman bin ‘Auf di Surga, Sa’d di Surga, Sa’ied di Surga dan Abu ‘Ubaidah bin al-Jarroh di Surga.”  (HR. Tirmidzi dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Misykatul Mashobih   no. 6109)

Hadis diatas menerangkan tentang 10 sahabat yang dijamin masuk syurga karena keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah SWT. Klik nama sahabat untuk mengetahui kisahnya ya...


2.   Umar bin Khattab


sumber: http://kisahsahabatnabi-byputri.blogspot.co.id/p/10-sahabat-penghuni-syurga.html