f 04/19/16 ~ Urwatun Wursqa
  • Pondok Pesantren Mafaza Yogyakarta

    Sebuah Pondok pesantren yang ada di Yogyakarta, tempatku membangun karakter dan mental dengan ilmu agama yang diajarkan...

  • Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Sebuah kampus yang akan membangun kader pemimpin bangsa dan penegak hukum yang amanah dan dapat dipercaya http://uin-suka.ac.id/...

  • Kampus MAN Lab. UIN Yogyakarta

    Lembaga setingkat SMA, yang dalam lembaga itu aku memulai belajar berorganisasi, belajar bertanggung jawab, serta belajar menjadi pemimpin...

  • Kementrian Agama Republik Indonesia

    Salah satu kementrian yang ada dalam susunan penerintahan, yang suatu saat nanti aku akan menjadi pemimpin di Kementrian Agama Tersebut...

Selasa, 19 April 2016

Al-Qur'an Wahyu Allah SWT yang Nyata

Hasil gambar untuk ulumul qur'an
            Al-Quran atau Quran (bahasa Arab: القرآن al-Qur’ān) ialah kitab suci bagi umat Islam. Menurut ajaran Islam, al-Quran ialah wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. melalui perantaraan malaikat Jibril yang sampai ke zaman sekarang secara mutawatir. Perihal diturunkan al-Quran mempunyai kaitan rapat dengan Lailatul Qadar. Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara beransur-ansur dalam tempoh 23 tahun.


            Dalam salah satu ayat yang terdapat di dalam Al-Quran Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan kamilah yang akan menjaganya”. (AL Hijr 15:9)

            Lafaz al-Quran dari segi bahasa adalah bacaan atau himpunan huruf dan kalimah. Ini berdasarkan firman Allah:

            Sesungguhnya Kamilah Yang berkuasa mengumpulkan al-Quran itu (dalam dadamu), dan menetapkan bacaannya (pada lidahmu); Oleh itu, apabila Kami telah menyempurnakan bacaannya (kepadamu, Dengan perantaraan Jibril), maka bacalah menurut bacaannya itu; (surah al-Qiyamah, 75:17-18)

            Manakala dari segi istilah pula, al-Quran ialah kalam Allah yang bermukjizat diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. melalui perantaraan Malaikat Jibril dalam bahasa Arab, diriwayatkan secara mutawatir dan membaca setiap hurufnya adalah ibadah, bermula dari surah al-Fatihah dan berakhir dengan surah an-Naas.

Bukti Al Quran Datang Dari Allah

            Mengenai bukti bahawa Al-Quran itu datang dari Allah, dapat dilihat dari kenyataan bahawa Al-Quran adalah sebuah kitab berbahasa Arab yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam. Dalam menentukan dari mana asal Al-Quran, akan kita dapatkan tiga kemungkinan.

1. Pertama, kitab itu merupakan karangan orang Arab.
 2. Kedua, karangan Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.
 3.  Ketiga, berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala saja.

            Tidak ada lagi kemungkinan selain dari yang tiga ini. Sebab Al-Quran adalah khas Arab, baik dari segi bahasa maupun gayanya.

            Kemungkinan pertama yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah karangan orang Arab merupakan kemungkinan yang tertolak. Dalam hal ini Al-Quran sendiri telah menentang mereka untuk membuat karya yang serupa. Sebagaimana tertera dalam ayat :

قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ

“Katakanlah: ‘Maka datangkanlah sepuluh surat yang (dapat) menyamainya” (Surah Hud 13).

Di dalam ayat lain :

قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ

“Katakanlah: (‘Kalau benar apa yang kamu katakan), maka cobalah datangkan sebuah surat yang menyerupainya” (Surah Yunus 38).

            Orang-orang Arab telah berusaha keras mencobanya, akan tetapi tidak berhasil. Ini membuktikan bahwa Al-Quran bukan berasal dari perkataan mereka. Mereka tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, ada tentangan dari Al-Quran dan usaha dari mereka untuk menjawab tentangan itu. Kemungkinan kedua yang mengatakan bahwa Al-Quran itu karangan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam., adalah kemungkinan yang juga tidak dapat diterima oleh akal. Sebab, Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. adalah orang Arab juga. Bagaimanapun cerdiknya, tetaplah ia sebagai seorang manusia yang menjadi salah satu anggota dari masyarakat atau bangsanya. Selama seluruh bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, maka masuk akal pula apabila Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. yang juga termasuk salah seorang dari bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa. Oleh kerana itu, jelas bahwa Al-Quran itu bukan karangan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.. Terlebih lagi dengan banyaknya hadis shahih yang berasal dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. yang sebagian malah diriwayatkan lewat cara yang tawatur, yang kebenarannya tidak diragukan lagi. Apabila setiap hadis dibandingkan dengan ayat manapun dalam Al-Quran, maka tidak akan dijumpai adanya kemiripan dari segi gaya bahasanya. Padahal Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam., disamping selalu membacakan setiap ayat-ayat yang diterimanya, dalam waktu yang bersamaan juga mengeluarkan hadis. Namun, ternyata keduanya tetap berbeda dari segi gaya sasteranya. Bagaimanapun kerasnya usaha seseorang untuk menciptakan berbagai macam gaya bahasa dalam pembicaraannya, tetap saja akan terdapat kemiripan antara gaya yang satu dengan yang lain. Kerana semua itu merupakan bagian dari ciri khasnya dalam berbicara. Oleh kerana memang tidak ada kemiripan antara gaya bahasa Al-Quran dengan gaya bahasa hadis, bererti Al-Quran itu bukan perkataan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. Sebab, pada masing-masing keduanya terdapat perbezaan yang tegas dan jelas. Itulah sebabnya tidak seorang pun dari bangsa Arab, orang-orang yang paling tahu gaya dan sastera bahasa arab, pernah menuduh bahwa Al-Quran itu perkataan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. atau mirip dengan gaya bicaranya. Satu-satunya tuduhan yang mereka lontarkan adalah bahawa Al-Quran itu dicipta Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. dari seorang pemuda Nasrani yang bernama Jabr. Tuduhan ini pun telah ditolak keras oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya :

            “(Dan) Sesungguhnya Kami mengetahui mereka berkata: ‘Bahwasanya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya (adalah) bahasa ‘ajami (bukan-Arab), sedangkan Al-Quran itu dalam bahasa arab yang jelas” (Surah An-Nahl 103).

            Jika telah terbukti bahwa Al-Quran itu bukan karangan bangsa Arab, bukan pula karangan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam., maka sesungguhnya Al-Quran itu adalah firman Allah, kalamullah, yang menjadi mukjizat bagi orang yang membawanya.

Nama-nama al-Quran

1.  Al-Kitaab (اﻟﻛتاب)bermaksud sebuah kitab berdasarkan firman Allah:

        Alif, Laam, Miim. Kitab al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang Yang (hendak) bertaqwa; (surah al-Baqarah 1:1-2)

2.  Al-Furqaan (ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ) bermaksud pemisah hak dan batil sebagaimana firman Allah:

            Maha berkat Tuhan Yang menurunkan al-Furqaan kepada hambaNya (Muhammad), untuk menjadi peringatan dan amaran bagi seluruh penduduk alam. (surah al-Furqaan 25:1)

3. Adz-Dzikr (اﻟذﻛﺮ) bermaksud peringatan berdasarkan firman Allah:
            Sesungguhnya Kamilah Yang menurunkan al-Quran, dan Kamilah Yang memelihara

dan menjaganya. (surah al-Hijr 15:9)


4. At-Tanzil (ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻞ) bermaksud penurunan. Nama ini diambil sempena firman Allah:
           Dan Sesungguhnya Al-Quran (yang di antara isinya kisah-kisah Yang tersebut) adalah diturunkan oleh Allah Tuhan sekalian alam. (surah asy-Syuara 26:192)

Sifat al-Quran

            An-Nuur bermaksud cahaya yang menerangi kegelapan. Al-Quran disifatkan sebagai nur (cahaya) kerana ia memberikan cahaya keimanan kepada orang yang berada di dalam kegelapan serta kekufuran. Selain itu, al-Quran juga menjadi cahaya yang menerangi jiwa orang yang selalu membacanya dan menghayati isi kandungannya. Firman Allah:
           Wahai sekalian umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu: Bukti dari Tuhan kamu, dan Kami pula telah menurunkan kepada kamu (Al-Quran sebagai) Nur (cahaya) Yang menerangi (segala apa jua Yang membawa kejayaan di dunia ini dan kebahagiaan Yang kekal di akhirat kelak). (surah an-Nisaa’ 4:174)

           Al-Mubiin bermaksud menerangkan sesuatu. Al-Quran disifatkan sebagai penerang kerana ia menghuraikan ajaran Islam kepada seluruh umat. Firman Allah:
           Wahai ahli Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam) Dengan menerangkan kepada kamu banyak dari (keterangan-keterangan dan hukum-hukum) Yang telah kamu sembunyikan dari Kitab suci, dan ia memaafkan kamu (dengan tidak mendedahkan) banyak perkara (yang kamu sembunyikan). Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran (Nabi Muhammad) dari Allah, dan sebuah Kitab (Al-Quran) Yang jelas nyata keterangannya. (surah al-Maa’idah 5:15)

           Al-Huda bermaksud petunjuk. Al-Quran disifatkan sebagai petunjuk kerana ia menunjukkan jalan yang lurus kepada umat manusia. Firman Allah:
           Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran Yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan Yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin Yang ada di Dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang Yang beriman. (surah Yunus 10:57)

            Ar-Rahmah bermaksud kerahmatan. Allah menyifatkan al-Quran sebagai rahmat kerana ia membawa rahmat kepada orang Mukmin yang sentiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan isi kandungannya.
           Firman Allah: Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran Yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan Yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin Yang ada di Dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang Yang beriman. (surah Yunus 10:57)

Bagaimanakah al-Quran itu diwahyukan.

           Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan  keadaan. di antaranya:

 1.  Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.  tidak melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada  saja dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus  mewahyukan ke dalam kalbuku", (lihat surah (42) Asy Syuura ayat (51).

2. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar  akan kata-kata itu.

3. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya loceng. Cara inilah yang amat  berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran  keringat, meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat.  Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat  berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta.

 Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu  itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran  seperti permata. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu, barulah beliau  kembali seperti biasa".


 4. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki  seperti keadaan no. 2, tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal  ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14. 


 Artinya: Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). Ketika  ia berada di Sidratulmuntaha. 

Hikmah  diturunkan al-Quran secara beransur-ansur

Al  Qur’an diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22  hari atau 23 tahun, 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Hikmah Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ialah: 

 1. Agar  lebih mudah difahami dan dilaksanakan. Orang tidak akan melaksanakan  suruhan, dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat ‘Aisyah r.a.

 2. Di  antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesuai dengan  permasalahan pada waktu itu. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur’an  diturunkan sekaligus. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh  dan mansukh).

 3. Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan  lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.

4. Memudahkan penghafalan. Orang-orang musyrik yang telah menayakan mengapa  Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus. sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an  ayat (25) Al Furqaan ayat 32, yaitu: mengapakah Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus · Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri:  ·demikianlah, dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu 

5. Di  antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau  penolakan suatu pendapat atau perbuatan, sebagai dikatakan oleh lbnu‘Abbas r.a. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al Qur’an diturunkan sekaligus.

Ayat  Makkiyah dan ayat Madaniyah

 Ditinjau  dari segi masa turunnya, maka Al Qur’an itu dibahagi atas dua golongan:

1.  Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.  hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Makkiyyah. 

2. Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad s.a.w.  hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah.

 Ayat-ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 86 surah, sedang ayat-ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Qur’an  terdiri atas 28 surah.


 Perbedaan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah:

1. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang-panjang; surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Qur’an  ayat-ayatnya berjumlah 1,456, sedang ayat Makkiyyah yang merupakan 19/30  dari isi Al Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4,780 ayat.
             Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali ayat (60) Mumtahinah, ayat-ayatnya berjumlah 137; sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali ayat (76) Addahr, ayat-ayatnya berjumlah 431. Surat Al Anfaal dan surat  Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama  Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75, sedang yang kedua Makiyyah  dengan ayatnya yang berjumlah 227.

2. Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat perkataan "Ya ayyuhalladzi na aamanu" dan  sedikit sekali terdapat perkataan ‘Yaa ayyuhannaas’, sedang dalam ayat  ayat Makiyyah adalah sebaliknya.

3. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan  dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat yang terdahulu yang  mengandung pengajaran dan budi pekerti; sedang Madaniyyah mengandung  hukum-hukum, baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum  duniawi, seperti hukum kemasyarakatan, hukum ketata negaraan, hukum perang,  hukum internasional, hukum antara agama dan lain-lain.

Nama-nama al-Quran

            Allah  memberi nama Kitab-Nya dengan Al Qur’an yang berarti "bacaan". Arti ini  dapat kita lihat dalam surat  (75) Al Qiyaamah; ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas. 

             Nama  ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat  (17) Al lsraa’ ayat 88; surat  (2) Al Baqarah ayat 85; surat  (15) Al Hijr ayat 87; surat  (20) Thaaha ayat 2; surat  (27) An Naml ayat 6; surat (46) Ahqaaf ayat 29; surat (56) Al Waaqi’ah  ayat 77; surat  (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23. 

             Menuru pengertian ayat-ayat di atas Al Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam  Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.

 Selain Al Qur’an, Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya, seperti:

 1. Al  Kitab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al Qur’an, sebagaimana tersebut dalam surat  (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya; "Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada  keraguan padanya…." Lihat pula surat  (6) Al An’aam ayat 114. 

 2. Al  Furqaan: "Al Furqaan" artinya: "Pembeda", ialah "yang membedakan yang  benar dan yang batil", sebagai tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: "Maha Agung (Allah) yang telah  menurunkan Al Furqaan, kepada hamba-Nya, agar ia menjadi peringatan kepada  seluruh alam" 

 3. Adz-Dzikir. Artinya: "Peringatan". sebagaimana yang tersebut dalamsurat  (15) Al Hijr ayat 9 yang artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan  "Adz-Dzikir dan sesungguhnya Kamilah penjaga-nya" (Lihat pula surat (16)  An Nahl ayat 44. Dari nama yang tiga tersebut di atas, yang paling masyhur  dan merupakan nama khas ialah "Al Qur’an". Selain dari nama-nama yang tiga  itu dan lagi beberapa nama bagi Al Qur’an. lmam As Suyuthy dalam kitabnya  Al Itqan, menyebutkan nama-nama Al Qur’an, diantaranya: Al Mubiin, Al  Kariim, Al Kalam, An Nuur. 

Surah-surah dalam al-Quran

             Jumlah surat  yang terdapat dalam Al Qur’an ada 114; nama-namanya dan batas-batas  tiap-tiap surat, susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang  ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi). 

            Sebagian dari surat-surat Al Qur’an mempunyai satu nama dan sebagian yang lain  mempunyai lebih dari satu nama, sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat.

Surat-surat yang ada dalam Al Qur’an ditinjau dari segi panjang dan  pendeknya terbagi atas 4 bagian, yaitu: 

 1. ASSAB’UTHTHIWAAL, dimaksudkan, tujuh surat  yang panjang Yaitu: Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa’, Al A’raaf, Al An’aam, Al Maa-idah dan Yunus. 

2. Al  MIUUN, dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti: Hud, Yusuf, Mu’min dsb.

3. Al  MATSAANI, dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus  ayat seperti: Al Anfaal. Al Hijr dsb.

 4. AL  MUFASHSHAL, dimaksudkan surat-surat pendek. seperti: Adhdhuha, Al Ikhlas,  AL Falaq, An Nas. dsb.

 Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat.

             Di dalam  Al Qur’an terdapat 29 surat  yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat:

            (1)  Al Baqarah, (2) Ali Imran, (3) Al A’raaf. (4) Yunus, (5) Yusuf, (7) Ar  Ra’ad, (8) lbrahim, (9) Al Hijr, (10) Maryam. (11) Thaaha. (12) Asy  Syu’araa, (13) An Naml, (14) Al Qashash, (15) A1’Ankabuut, (16) Ar Ruum.  (17) Lukman, (18) As Sajdah (19) Yasin, (20) Shaad, (21) Al Mu’min, (22) Fushshilat, (23) Asy Syuuraa. (24) Az Zukhruf (25) Ad Dukhaan, (26) Al Jaatsiyah, (27) Al Ahqaaf. (28) Qaaf dan (29) Al Qalam (Nuun). 
            
             Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat  tersebut di atas, dinamakan ‘Fawaatihushshuwar’ artinya pembukaan  surat-surat.

Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud  huruf-huruf hijaaiyyah itu, selanjutnya lihat not 10, halaman 8 (Terjemah)


            WAHYU itu Jelas datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala. namun tetap kita harus beriman juga kepada Rosul Shallallahu'alaihi Wasallam." karena wahyu itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala melalui malaikat hingga kepada mereka orang-orang yang beriman dan bertakwa yaitu Nabi dan Rosul Shallallahu'alaihi Wasallam." dan semua wahyu-wahyu Allah subhanahu wa ta'ala telah disempurnakan pada Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam." tiada lain adalah Kitab Suci Al-Qur'an sebagai tuntunan hidup umat manusia sampai akhir zaman.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al Baqarah :

Artinya: Bila Kamu sekalian ragu-ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (berupa Alquran), buatlah satu surat saja yang sepadan (dengan salah satu surat Alquran) dan panggillah penolong-penolongmu selain Allah bila kamu sekalian benar. Bila kami tidak bisa melakukannya dan pasti tidak akan bisa melakukannya, takutlah kepada api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disiapkan untuk orang-orang kafir. ( Albaqarah 23-24).


Maha benar Allah dengan segala firman-Nya





PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN

Hasil gambar untuk ulumul qur'an
www.1mobile.com

        Ulumul Qur’an secara bahasa berasal dari dua kata yaitu “Ulum” dan ”Al-Qur’an”. Ulum adalah jama’ dari kata ilmu yang artinya paham atau ilmu ilmu. Sedangkan Al-Qur’an masdar dari kata qaraa yang artinya bacaan. Secara istilah Al-Quran berarti kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang bernilai ibadah apabila di baca.     
Adapun definisi ‘ulum al – qu’an secara istilah, para ulama memberikan redaksi yang berbeda – beda, sebagimna dijelaskan berikut ini :
1. Menurut Manna ‘Al-Qaththan
        “Ilmu yang mencangkup pembahasan – pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an dari sisi informasi tentang asbab an-nuzul (sebab-sebab turunnya Al-Qur’an), kodifikasi dan tertib penulisan Al-Qur’an, ayat-ayat yang diturunkan di mekkah dan ayat-ayat yang diturunkan di madinah, dan hal-hal yang lain yang berkaitan dengan Al-Qur’an.”
2. Menurut Az-Zarqani
        “beberapa pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an, dari sisi turun, urutan penulisan, kodifikasi, cara membaca, kemukjizatan, nasikh, munsukh, dan penolakan hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya, serta hal-hal lain.”
3. Menurut  Abu Syahbah
        “sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an, mulai proses penurunan, urutan penulisan, penulisan, kodifikasi, cara membaca, penafsiran, kemukjizatan, nasikh-mansukh, muhkan-mutasyabih, sampai pembahasan-pembahasan lain.”

        Walaupun dengan redaksi yang sedikit berbeda, ketiga definisi di atas memiliki maksud yang sama. Sehingga ketiga ulama tersebut sepakat bahwa ‘ulumul qur’an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Kisah Kakek dan Pencuri Pepaya

kisah inspirasi .com ~ Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

kisah inspirasi kakek dan pencuri pepaya
Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.
Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta."


Kisah inspirasi diatas dikutip dari khutbah yang ditulis oleh ustadz Saiful Amien. Diambil darihttp://malang.muhammadiyah.or.id/muhfile/malang/file/artikel/Mengakhlaqkan%20Cara%20Pandang.doc Gambar pohon pepaya dari http://mahaguru58.multiply.com/journal 

KISAH NYATA JENAZAH WANITA MUDA INI TIDAK BISA DI MASUKAN KE LIANG LAHAT, TERNYATA INI DOSANYA!


Kisah Nyata Jenazah Wanita Muda Ini Tidak Bisa Di Masukan Ke Tiang Lahat, Ternyata Ini Dosanya!
Kejadian ini merupakan kejadian diluar dari nalar pikiran kita. Kejadian ini merupakan kejadian dalam proses pemakaman seorang perempuan yang berasal dari negara Malaysia yang sangat sulit dimasukkan kedalam linag lahat.

Kisah ini berawal ketika beberapa warga mengantarkan jenazah yang sudah dimasukkan kedalam keranda. Meskipun keranda jenazah tersebut diangak oleh enam orang, keranda tersebut masih terasa berat. Sehingga harus ditambah dua orang lagi untuk mengantarkan jenazah tersebut ke tempat pemakaman umum. Dilansir dari Laman eberita.org (12/11).

Sesampainya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) hujan turun sehingga membuat tanah di sekitar pemakaman menjadi licin dan ada beberapa warga yang sempat tergelincir. Sepanjang proses pemakaman, isak tangis keluarga dan saudara-saudaranya pecah mengiringi kepergian sang jenazah.
Tukang gali kubur yang sudah berusia 55 tahun sudah berpengalaman dalam pekerjaan itu selama 20 tahun dan sudah berpengalaman dalam menentukan lokasi dan ukuran dari seorang jenazah yang akan dikebumikan.


Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu
Akbar! Bacaan takbir tersebut keluar dari semua warga yang mengantarkan jenazah tersebut setelah terjadi satu kejadian aneh.Jenazah perempuan yang diketahuibernama Simati tersebut ternyata sudah 3 kali ingin dikebumikan namun tidak muat. Padahal tukang gali kubur juga sudah dua kali melebarkan tempat tersebut dari ukuran yang awal. Setelah beberapa kali gagal untuk dikebumikan seorang ustaz meminta kepada salah satu anggota keluarga untuk mengumandangkan azan dalam pemakaman jenazah tersebut. Setelah itu, jenazah tersebut baru bisa dikebumikan.

Beberapa laporan menyebutkan kejadian tersebut benar-benar terjadi di sebuah desa di Negeri Malaysia tepatnya pada tahun 2010. Berdasarkan tetangga Simati, Almarhumah semasa hidupnya suka mengumpat dan menfitnah seseorang tanpa adanya bukti. Selain itu, almarhumah tidak pernah menutup auratnya semasa hidupnya, dirinya suka memakai pakaian yang ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.

“Saya sebagai tetangga juga pernah menegur Simati dalam berpakaian, namun kami justru di caci maki serta dilempar dengan sepatu lantaran dia orang kaya,” ungkapnya.
http://www.informasiterhangat315.com/2016/04/kisah-nyata-jenazah-wanita-muda-ini.html

sumber :http://www.rindumadinah.com/2016/04/kisah-nyata-jenazah-wanita-muda-ini.html

INILAH 7 KETERTARIKAN CRISTIANO RONALDO DENGAN AGAMA ISLAM

Meski beragama Katolik yang taat, Cristiano Ronaldo punya perhatian terhadap umat Islam dan menyukai ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekedar diketahui, Cristiano Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985 silam. Ia merupakan seorang pemain sepak bola Portugal.

Ronaldo dapat berposisi sebagai pemain sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Kini Ronaldo bermain untuk club Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisbon dan Manchester United (MU). Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini juga akrab dengan sebutan CR7, gabungan dari inisial namanya dengan nomer punggungnya.

Beberapa waktu yang lalu, media terbesar dan terpercaya Spanyol ‘Marca’ memberitakan jika rekan Ronaldo satu timnya, Mesut Ozil, pemain muslim asal jerman yang berdarah turki ini, memberi kesaksian, Jika Cristiano Ronaldo sudah hapal huruf hijaiyah, dan juga sudah hapal surat favoritnya, yaitu surat Al- Fatihah.

Ronaldo membenarkan kesaksian dari Ozil, “Banyak yang tidak percaya kalau saya mengagumi Al-Quran, tapi memang begitulah kenyataannya, setiap Ozil membaca Al-Quran, saya senantiasa merasa damai, dan hati saya pun menjadi sejuk,” kata Ronaldo kepada Media Spanyol.

Mesut OziL juga membenarkan perkataan Ronaldo, “Cristiano Ronaldo selalu menunggu saya selesai Sholat di rest room, saya tahu dia ingin mendengar saya mengaji,” timpal Ozil.

Cristiano Ronaldo, kembali berkata, “Saya sudah hafal Al-Fatihah, mungkin nanti saya akan minta diajarkan berwudhu, saya sangat senang,” kata Ronaldo.

Bahkan, CR7 sangat senang mendengarkan Ozil membaca Al-Quran sebelum bertanding dan merasa yakin Real Madrid menang di pertandingan, jika sebelum pertandingan, Ozil membaca Al-Quran.


Berikut 7 Ketertarikan Cristiano Ronaldo Dengan Agama
1. Cristiano Ronaldo merupakan simpatisan Palestina, hal ini dibuktikannya dengan melelang sepatu emasnya untuk disumbangkan ke anak-anak Palestina. Cristiano Ronaldo, bintang ‘Seleccao’ yang dilabeli media barat memiliki sifat sombong tersebut ternyata mempunyai hati sensitif. Hal itu dilakukan pemain berjuluk CR7 itu untuk membantu anak-anak Palestina. Laman Qodsna pada akhir tahun lalu mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga 1,4 juta Euro (atau Rp 16,77 Miliar). Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza.

2. Pada pertandingan Pra Piala Dunia, antara timnas Portugal vs ‘Zionis’ Israel, setelah pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 3-3, CR7 menolak bertukar jersey dengan pemain Israel, meski sudah banyak yang mengajaknya.

3. Tidak mau menyebut negara Israel. Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab, “Saya berada di bumi Palestina.” Padahal diketahui, Portugal bertanding melawan Israel, di kandang Israel, pada Jumat (22/03) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F.

4. Ronaldo kembali menyumbangkan uang senilai 100 ribu Euro ( atau Rp1,39 Miliar) kepada korban perang Afghanistan pada Rabu (13/­2). Seperti dikutip Reuters, Ronaldo menyumbangkan uang sebesar itu dengan mengatasnamakan UEFA dan diserahkan melalui International Commitee of the Red Cross (ICRC). Uang itu nantinya akan digunakan untuk membantu merehabilitasi warga Afghanistan yang kehilangan tubuh, karena terkena ledakan ranjau darat di negeri yang kerap terjadi peperangan tersebut.

Semoga saja Ronaldo meraih hidayah Allah untuk memilih dan menyatakan Islam sebagai dien nya dalam waktu dekat …Aamiin (Dz/dbs)
sumber :http://www.rindumadinah.com/2016/04/inilah-7-ketertarikan-cristiano-ronaldo.html

TANDA-TANDA MENJELANG KEMATIAN "LEWAT BAGIAN TUBUH INI, TANDA SEHARI SEBELUM KEMATIAN BISA DIRASAKAN"

 

Walaupun kematian adalah suatu hal yang di rahasiakan oleh Allah, tetapi sebelumnya kematian itu datang akan ada tanda-tanda yang mungkin bisa kita kenali. Tetapi, umumnya seorang tidak dapat menyadarinya.

Seperti ditulis website informasi Islam, muslimahcorner, tersebut tanda-tanda tersebut sebelumnya kematian.

1. 40 hari sebelumnya kematian

Tanda-tanda kematian ini dapat nampak sesudah masuk saat asar, sisi pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu tandanya kalau daun yang tercatat nama kita dari pohon yang terdapat di Arshy Allah swt. Telah gugur.


Selanjutnya malaikat maut mengambil daun itu serta selekasnya membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat. Serta sesekali malaikat maut memperlihatkan dirinya pada orang yang akan dicabut nyawanya dalam bentuk manusia, serta saat itu juga orang itu bakal merasa terkejud serta bingung lihat malaikat maut.

Meskipun malaikat maut wujudnya cuma satu namun atas izin Allah swt, Dia dapat mencabut nyawa seorang dalam waktu yang bersamaan.

2. 7 hari sebelumnya kematian

Tanda ini nampak sesudah masuk saat asar, tanda-tanda kematian ini cuma diberikan Allah swt Pada orang yang diuji Allah dengan Sakit, umumnya orang yang tengah sakit tidak berselera makan, mendadak mau makan. Ini adalah isyarat dari Allah kalau kematian memangbenar-benar sudah dekat.

3. 3 hari sebelumnya kematian

Pada suatu

saat bakal terasa denyutan di dalam dahi kita, yakni pada dahi kanan serta dahi kiri. Bila tanda-tanda kematian ini bisa dirasa jadi baiknya berpuasalah kita setelah itu. Agar perut kita tidak memiliki kandungan banyak najis, serta ini bakal mempermudah orang lain utk memandikan jasad kita.

Kemudian juga mata hitam kita tidak bercahaya lagi, serta untuk orang yg sakit, hidungnya perlahan bakal masuk kedalam, ini bisa terlihat terang bila dipandang dari sisi tubuh kita. Telinga akan layu serta berangsur-angsur masuk kedalam.

Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan serta sulit untuk ditegakkan lagi.

4. Satu hari sebelumnya kematian

Tanda-tanda kematian ini dapat berlangsung sesudah saat ashar, kita akan rasakan denyutan dibagian ubun-ubun, ini mengisyaratkan kita telah tidak pernah lagi lihat saat ashar di keesokan harinya.

5. Tanda terakhir

Kita bakal rasakan sejuk dibagian pusat, lantas turun ke pinggang serta akan terus naik ke bagian halkum.

Pada saat ini sebaiknya kita kerap beristighfar memohon ampun pada Allah, serta bebrapa kerap membaca syahadat. Membenahi hati, memfokuskan fikiran kita cuma pada satu arah yakni Allah swt.

Dengan hal tersebut mudah-mudahan dengan sedikit pengetahuan mendekati kematian, kita miliki kesiapan untuk menghadapinya.

Wallahu a'lam.



Sumber : muslimahcorner

SUMBER :http://www.semua-informasi.com/2016/01/tanda-tanda-menjelang-kematian-lewat.html

SUBHANALLAH, KISAH NYATA: KUBURAN DIGALI, SANG MAYAT DUDUK BERSILA SEDANG MEMBACA SURAH YASIN

Banyak kisah nyata terjadi disekeliling kita akan tetapi terkadang logika kita tidak berfungsi untuk menafsirkannya. Karena kisah ini adalah kisah benar terjadi di Arab Saudi disaat pembongkaran Kuburan Jemaah Haji. pada saat musim Haji di Mekkah, jika ada jemaah Haji meninggal dunia maka akan dimakamkan di Ma'la suatu tempat pemakaman jemaah haji di Mekkah, serta setelah delapan bulan makam tersebut dibongkar kemabali untuk memakamkan jenazah lain. Serta dari sinilah kisah mayat bersila membaca Surah Yaasin itu terjadi. Semoga kita bisa mengambil pelajaran serta Hikmah dari peristiwa ini.

Dan inilah kisah lengkapnya seperti yang dikutip dari melayukini.

Kisah ini kisah nyata dan benar terjadi seperti yang telah diceritakan oleh Mahasiswa Malaysia di Arab Saudi. Peristiwa ini baru saja terjadi dan disahkan benar oleh Ustadz Halim Naser, penceramah yang amat terkemuka di Malaysia.

Peristiwa ini terjadi pada suatu hari di musim haji yang lalu, mahasiswa Malaysia yang sama-sama menunaikan haji ikut tergabung dengan seorang Arab untuk mengubur seorang mayat yang meninggal dunia pada musim haji. Makam tersebut terletak di Ma'la, tempat pemakaman para jemaah haji yang meninggal dunia di Makkah.

Cara yang mereka kebumikan mayat adalah dengan cara meninggalkan mayat dalam lubang yang disediakan serta menutupnya untuk sekitar delapan bulan. Setelah delapan bulan, lubang itu akan di buka kembali untuk menguburkan mayat yang baru.

Kisah Nyata Sang Mayat Bersila Sedang Membaca Surah Yasin

Pada hari tersebut, ketika satu lubang di buka untuk mengubur mayat yang baru, orang Arab tersebut berhamburan lari karena dia nampak mayat sedang bersila, bukan tidur seperti kebiasaannya. Penuntut Malaysia ini memberanikan diri merangkak ke dalam kubur tersebut untuk melihat dengan lebih jelas. Hasilnya dia merasa memang mayat tersebut sedang bersila serta mayat tersebut sedang membaca Al-Quran, dan Al-Quran tersebut memang yang asli.

Kisah Nyata Sang Mayat Bersila Sedang Membaca Surah Yasin

Setelah dilihat berikutnya. Ayat Quran yang terbuka adalah Surah Yasin. Satu hal adalah mayat tersebut tidak membusuk serta kain yang membalutinya juga tidak busuk. Yang membusuk hanyalah kapas yang ditempatkan di antara mayat dengan kain kafan (kain ehram).

Setelah dilakukan penelitian, ternyata mayat tersebut adalah mayat seorang pria berkulit hitam yang kerjanya adalah membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. Kerjanya tiada lain selain membersihkan Baitullah jika ada tumpahan air zam-zam. Jika tidak ada tumpahan, dia akan duduk di satu sudut Baitullah serta membaca Surah Yasin.

Itulah kelebihannya untuk orang yang berbakti ke jalan Allah. Inilah yang bikin kita semakin berkobar-kobar untuk mengunjungi Baitullah.

Setelah peristiwa itu, lubang kubur itu pun di semen kembali serta ditandai agar tidak ada mayat lagi yang akan dimakamkan di lokasi tersebut . Sumber renungan kita. Inilah bukti akan janji-janji Allah pada hamba-hambaNya yang taat serta ikhlas beribadah kepadaNya. Wallahu A'lam.


SUMBER:  http://www.dream.co.id/your-story/kisah-nyata-makan-dibongkar-mayat-duduk-bersila-baca-yasin-160401z.html

SUMBER :http://www.kabarterheboh.com/2016/04/subhanallah-kisah-nyata-kuburan-digali.html

CERITA MOTIVASI – SIPUT DAN KATAK

Cerita Motivasi – Siput dan Katak

seekor siput selalu memandang sinis kepada seekor katak. Sampai suatu ketika, katak yang merasa risih dan hilang kesabaran akhirnya menghampiri dan bertanya ke siput.
Katak : “Hai tuan Siput, apa saya telah melakukan kesalahan, sehingga kamu begitu membenci saya?”
Siput : “Kalian para katak memiliki empat kaki dan kalian bisa melompat sesuka kalian kesana dan kemari, Sedangkan saya harus merangkak di tanah dan membawa cangkang yang berat ini, jadi saya merasa sedih dan iri.”
Katak : “Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”
Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Cerita Motivasi ini mengajarkan kita untuk menikmati kehidupan, tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. setiap makhluk punya kelebihan dan kekurangan nya masing masing seperti siput dan katak. siput memang lambat tapi dia punya cangkang yang dapat melindunginya dari pemangsa. dan katak bisa melompat, tapi dia tidak punya cangkang yang dapat melindungi dirinya.  keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.



Sumber: http://www.sipolos.com/cerita-motivasi-siput-dan-katak/

KISAH INSPIRASI KELUARGA – ANAK YANG LNGIN MEMBELI WAKTU AYAH


Kisah Inspirasi keluarga - anak yang ingin membeli wakut sang ayah

Kisah Inspirasi Keluarga – Anak yang lngin Membeli Waktu Ayah

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak.
“Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata
“Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.
Kisah Inspirasi Keluarga ini sangat menyentuh, memang Seorang Ayah punya kewajiban mencari uang untuk memberikan nafkah untuk keluarga. dan juga menyiapkan uang untuk pendidikan Anak. tapi waktu Sang Ayah terhadap anaknya tidak kalah penting dalam menjaga, mendidik dan membahagiakan sebagai modal penting untuk kehidupan Anak dimasa depan.

sumber: http://www.sipolos.com/kisah-inspirasi-keluarga-anak-yang-lngin/