f Urwatun Wursqa
  • Pondok Pesantren Mafaza Yogyakarta

    Sebuah Pondok pesantren yang ada di Yogyakarta, tempatku membangun karakter dan mental dengan ilmu agama yang diajarkan...

  • Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Sebuah kampus yang akan membangun kader pemimpin bangsa dan penegak hukum yang amanah dan dapat dipercaya http://uin-suka.ac.id/...

  • Kampus MAN Lab. UIN Yogyakarta

    Lembaga setingkat SMA, yang dalam lembaga itu aku memulai belajar berorganisasi, belajar bertanggung jawab, serta belajar menjadi pemimpin...

  • Kementrian Agama Republik Indonesia

    Salah satu kementrian yang ada dalam susunan penerintahan, yang suatu saat nanti aku akan menjadi pemimpin di Kementrian Agama Tersebut...

Senin, 27 Agustus 2018

Download Gratis Ebook PDF Dalam Mighrab Cinta - Habiburrahman El-Shirazy




Resensi Buku

Novel Dalam Mihrab Cinta ini adalah  sebuah karya novelis muslim nomor satu Indonesia, Habiburrahman El Shirazy. Dan telah diluncurkan pada bulan ke-7 dan merupakan cetakan yang ke-4. Novel ini juga telah difilmkan dengan judul yang sama. Dibintangi oleh Dude Harlino, Asmiranda, dan Meyda Sefira. Novel ini mempunyai tebal vi + 270 halaman dan diterbitkan oleh Republika.
Novel ini bercerita tentang perjalanan kehidupan tokoh utama yaitu Syamsul Hadi. Seorang anak Juragan batik dari Pekalongan yang hidup berkecukupan. Syamsul tergolong anak cerdas dan cerdas, ia siswa terbaik di sekolahnya. Terbukti selama SMA ia dikenal sebagai jagonya matematika dan memenangkan Olimpiade Matematika Tingkat SMA se-Jawa Tengah. Bahkan setelah memenagkan lomba itu dua beasiswa menghampirinya dari  dua perguruan tinggi negeri terkemuka di Semarang. Namun, ia justru memilih jalan yang sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh seluruh anggota keluarganya, yaitu memilih nyantri di sebuah pondok pesantren.
Ayahnya sangat marah dan kecewa dengan keputusan yang diambil sang anak. Sejumlah dana sudah disiapkan jika saja ia mau kuliah mengambil jurusan matematika, akuntansi atau ekonomi. Namun Syamsul melihat matematika tidak lagi menjadi tantangan mengasyikkan bagi dirinya. Ia butuh sebuah tantangan baru. Hingga akhirnya ia memilih nyantri di pondok pesantren Al Furqan, Pagu, Kediri ketimbang menuruti kehendak sang ayah agar kuliah selepas SMA.
Di pesantren, prestasi Syamsul terbilang sangat cemerlang, ia bisa melompat kelas berkali-kali guna mengejar ketertinggalannya. Tetapi seperti kata pepatah, jika kehidupan ini ibarat sebuah roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Begitu pula dengan kehidupan Syamsul. Akibat fitnah pencurian dari teman sekamarnya, Burhan, dirinya harus babak belur dihajar seluruh penghuni pondok dan diusir dari pesantren tempatnya menimba ilmu. Ia merasa dizalimi dan tidak terima atas perlakuan tidak adil tersebut. Belum lagi hukuman tazir dari pesantren yang ia terima, rambutnya harus rela digunduli dihadapan seluruh penghuni pesantren. Hatinya sangat hancur, apalagi tekanan dan ketidakpercayaan dari pihak keluarganya. Berkali-ia ia mencoba meyakinkan keluarganya, berulang kali pula cibiran dan hinaan ia dapatkan. Hingga akhirnya ia pergi meninggalkan rumah dan keluarganya. Menurutnya apalah arti hidup ini jika keluarga sendiri sudah tidak mempercayainya.
Dengan gayanya yang khas, Kang Abik (panggilan akrab penulis) membius para pembaca dengan berbagai sisi kehidupan Syamsul. Mulai dari sisi kelamnya hingga sisi kebangkitan hidupnya dari seorang pencopet menjadi seorang guru ngaji, hingga akhirnya menjadi seorang dai muda kondang. Seperti novel-novel pembangun jiwanya yang lain, dengan sangat lugas dan sederhana penulis mampu memperkenalkan adab pergaulan secara islam kepada para pembaca setianya tanpa kesan menggurui. Ditambah lagi dengan hadirnya dua orang sosok wanita yang hadir di tengah-tengah pelaku utamanya. Zidna Ilma atau Zizi putri dari Kiai Baejuri, pengasuh pesantren Al Furqan, Pagu, Kediri dan Silvie, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas indonesia, putri dari Bapak Heru, pengusaha travel dengan cabang hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Detail
Judul : Dalam Mighrab Cinta
Penulis : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Republika
ISBN :
Jenis File : PDF
Jumlah Halaman: vi + 270 hlm
Ukuran Buku : 20,5 x 13,5 cm
Cetakan : Ke-4 Juli 2007
Besar File : 1 MB (1.509.756 bita)

Download 

Download Gratis Ebook PDF Sebelas Patriot – Andrea Hirata




Sinopsis Buku

[menyusul]

Detail
Judul : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-8811-52-1
Jenis File : PDF
Jumlah Halaman: xii + 112 hlm
Ukuran Buku : -
Besar File : 26 MB (27.718.198 bita)

Download

Biografi ANDREA HIRATA - Novelis Terkemuka Indonesia

PERJALANAN HIDUP ANDREA HIRATA
Andrea Hirata adalah salah satu novelis terkenal di Indonesia. Ia merupakan seorang penulis novel Laskar Pelangi yang pernah di filmkan pada tahun 2008.  Andrea Hirata yang mempunyai nama asli Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun lahir di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1982. Ia adalah anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah.

Ketika masih anak-anak, orang tuanya mengubah namanya tujuh kali. Pada akhirnya mereka memberi nama Andrea, yang nama Hirata diberikan oleh ibunya. Dia tumbuh dalam keluarga miskin yang tidak jauh dari tambang timah milik pemerintah, yakni PN Timah (sekarang PT Timah Tbk.)

Pendidikan pertama Andrea Hirata kecil di tempuh di sekolah yang bernama SD Muhamadiyah. Sekolah tersebut diakui Andrea cukuplah memperihatinkan. Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, kondisi sekolah Andrea kecil sangat memperihatinkan dan nyaris  rubuh. Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak.

Andrea Hirata mendapatka gelar pendidikan tinggi  dari Universitas Indonesia di bidang ekonomi. kendati jurusan yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat senang sains--fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.

Berkat ketekunannya itu, Andrea Hirata mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk melanjukan program master di eropa. Beberapa Universitas Ia jelajahi, pertama di Universitas Paris, lalu di Universitas Sheffield Hallam di Inggris; tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah.

Novel pertama Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi di rilis pada tahun 2005. Novel ini ditulis dalam waktu enam bulan berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Belitung. Ia kemudian menggambarkannya sebagai "sebuah ironi tentang kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di dunia.". Novel ini terjual lima juta eksemplar, dengan edisi bajakan terjual 15 juta lebih. Novel ini menghasilkan trilogi novel, yakni Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

PRESTASI ANDREA HIRATA
1.  Novel pertama Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh penerbit-penerbit terkemuka.
2.    Pemenang BuchAwards Jerman 2013
3.    Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category)
4.    Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015

KARYA-KARYA ANDREA HIRATA
1.    Laskar Pelangi (2005)
2.    Sang Pemimpi (2006)
3.    Edensor (2007)
4.    Maryamah Karpov
5.    Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
7.    Laskar Pelangi Song Book (2012)
8.    Ayah (2015)
9.    Sirkus Pohon (2017)

Download Kumpulan Novel Ebook PDF Karya Andrea Hirata



Biografi ANDREA HIRATA
Andrea Hirata adalah salah satu novelis terkenal di Indonesia. Ia merupakan seorang penulis novel Laskar Pelangi yang pernah di filmkan pada tahun 2008.  Andrea Hirata yang mempunyai nama asli Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun lahir di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1982. Ia adalah anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah.

Ketika masih anak-anak, orang tuanya mengubah namanya tujuh kali. Pada akhirnya mereka memberi nama Andrea, yang nama Hirata diberikan oleh ibunya. Dia tumbuh dalam keluarga miskin yang tidak jauh dari tambang timah milik pemerintah, yakni PN Timah (sekarang PT Timah Tbk.)

Pendidikan pertama Andrea Hirata kecil di tempuh di sekolah yang bernama SD Muhamadiyah. Sekolah tersebut diakui Andrea cukuplah memperihatinkan. Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, kondisi sekolah Andrea kecil sangat memperihatinkan dan nyaris  rubuh. Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak.

Andrea Hirata mendapatka gelar pendidikan tinggi  dari Universitas Indonesia di bidang ekonomi. kendati jurusan yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat senang sains--fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.

Berkat ketekunannya itu, Andrea Hirata mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk melanjukan program master di eropa. Beberapa Universitas Ia jelajahi, pertama di Universitas Paris, lalu di Universitas Sheffield Hallam di Inggris; tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah.

Novel pertama Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi di rilis pada tahun 2005. Novel ini ditulis dalam waktu enam bulan berdasarkan pengalaman masa kecilnya di Belitung. Ia kemudian menggambarkannya sebagai "sebuah ironi tentang kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak di salah satu pulau terkaya di dunia.". Novel ini terjual lima juta eksemplar, dengan edisi bajakan terjual 15 juta lebih. Novel ini menghasilkan trilogi novel, yakni Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

PRESTASI ANDREA HIRATA
1.  Novel pertama Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh penerbit-penerbit terkemuka.
2.    Pemenang BuchAwards Jerman 2013
3.    Pemenang Festival Buku New York 2013 (general fiction category)
4.    Honorary Doctor of Letters (Hon DLitt) dari Universitas Warwick 2015

KARYA-KARYA ANDREA HIRATA
1.    Laskar Pelangi (2005)
2.    Sang Pemimpi (2006)
3.    Edensor (2007)
4.    Maryamah Karpov
5.    Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
7.    Laskar Pelangi Song Book (2012)
8.    Ayah (2015)
9.    Sirkus Pohon (2017)

Minggu, 12 Agustus 2018

DOWNLOAD TEMPLATE BROSUR PPDB PSB



Sumber: Tribunnews.com
Menjelang tahun ajaran baru, Bapak/Ibu pasti disibukkan dengan kegiatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Saat musim PPDB berlangsung, sangat disarankan bagi sekolah untuk mencetak brosur sekolah. Mengapa? Karena dengan adanya brosur ini calon siswa bisa memeperoleh gambaran awal mengenai kondisi sekolah. Selain itu siswa lebih mudah memahami syarat-syarat pendaftaran apa yang diperlukan.

Nah, untuk kali ini saya ingin membagikan sebuah brosur PPDB sederhana yang saya buat sendiri serta saya ambil dari berbagai sumber lain dengan formar CorelDraw X7. Ukuran kertas untuk dokumen di atas adalah A4.

Dewasa ini banyak juga sekolah yang ingin mencetak brosur dengan cara cepat. Dibuat sederhana saja, cukup dicetak di mesin printer biasa di kertas buffalo/HVS saja. Alasannya mungkin karena target siswanya sudah jelas, seperti SD yang setiap tahun siswa barunya adalah dari TK terdekat, dan hanya beberapa saja dari TK lain. Dan mungkin juga alasan-alasan lain.

Dengan demikian, membuat brosur PPDB dengan format CorelDraw seperti ini bisa menjadi pilihan.

Berikut ini sample brosur PPDB lipat 3 menggunakan CorelDraw X7

1. BROSUR PPDB MA MAFAZA KETANDAN BANGUNTAPAN BANTUL 2016/2017

Depan



Belakang




2. BROSUR PPDB MA MAFAZA KETANDAN BANGUNTAPAN BANTUL 2018/2019

Depan



Belakang


Lihat juga : Spanduk/Banner Warung Burjo Format CorelDraw X7

Demikian yang dapat saya bagikan hari ini. Jangan ragu membagikan postingan ini jika bermanfaat. Salam.

Jumat, 10 Agustus 2018

DOWNLOAD BANNER SPANDUK WARUNG BURJO



Bingung cari desain banner/sepanduk buat warung burjo berformat CorelDraw. Download aja di sini. Format CorelDraw yang digunakan CorelDraw X7

1. Banner Warung Burjo Ukuran 400 cm X 50 cm




2. Banner Warung Burjo Ukuran 200 cm X 60 cm


Lihat juga : BROSUR PPDB/BSB FORMAT CORELDRAW X7

Demikian yang dapat saya bagikan hari ini. Jangan ragu membagikan postingan ini jika bermanfaat. Salam.

Rabu, 08 Agustus 2018

DOWNLOAD X BANNER IDUL ADHA (QURBAN)


Bagi yang berminat bisa download dengan format Corel Draw X7, dengan meng-klik
DOWNLOAD

Jumat, 20 Juli 2018

DOWNLOAD KITAB al-Tarikh al-Kabir Karya Imam al-Bukhari

https://kitaabun.com/

Kitab ini karya Mustafa Abdul Qadir A'ta yang terdiri dari 9 Juz. Bagi yang berminat bisa download dengan klik link di bawah ini:



DOWNLOAD KITAB "TAFSIR AL-MUNIR" KARYA Prof. Dr.Wahbah Az Zuhaili

https://kitaabun.com

Silakan klik link dibawah ini untuk mendownload

Cover
Juz 1
Juz 2
Juz 3
Juz 4
Juz 5
Juz 6
Juz 7
Juz 8
Juz 9
Juz 10
Juz 11
Juz 12
Juz 13
Juz 14
Juz 15
Juz 16

DOWNLOAD KITAB "Rowa'iul Bayan Tafsir Ayatul Ahkam Minal Qur'an" Karya Syekh Muhammad Ali As-Shobuni

http://tsaurah-pratama.blogspot.com
Berminat bisa langsung download dengan meng-klik link dibawah ini

Cover
Juz 1
Juz 2

jangan lupa kunjungi postingan yang lain ya sob!!

Senin, 09 Juli 2018

MAKALAH TABAYYUN DALAM PENEGAKAN HUKUM DALAM TAFSIR QUR’AN SURAH AL-HUJURAT (49): 6


MAKALAH
TABAYYUN DALAM PENEGAKAN HUKUM
DALAM TAFSIR QUR’AN SURAH AL-HUJURAT (49): 6
Mahasiswa AS – UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



  
Disusun oleh:
ALI MUTOHAR
(16350039)

Dosen Pembimbing:
MANSUR, S.Ag., M.Ag.

JURUSAN AL-AHWAL ASY-SYAKHSIYYAH
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2018

PEMBAHASAN
TAFSIR QUR’AN SURAH AL-HUJURAT (49): 6

A.    Teks Ayat & Terjemahnya

Bunyi surah al-Hujurat (49): 6 sebagai berikut:
يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اِنْ جَاءَ كُمْ فَاسِقٌ بِنَبَاِ فَتَبَيَّنُوْا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَدِمِيْنَ ﴿٦﴾

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak  mencelakakan suatu kaumkarena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.” [Q.S. Al-Hujurat (49): 6][1]
B.     Kata Kunci Hadis atau Mufrodat
Makna surah al-Hujurat ayat 6 ini dapat diketahui dari mufrodat-mufrodat berikut:
فاسق
:
Menurut Al-Maraghi fasiq adalah orang yang keluar dari batas-batas agama.[2] Sedangkan menurut Muhammad Ali Ash-Shobuni fasiq adalah orang yang keluar dari batas-batas syara’.[3]
بنبإ
:
Secara bahasa an-naba’ berarti  khabar (kabar atau berita). Jama’nya yaitu abna’seperti dalam kamus.  Sebagian ahli bahasa mengatakan bahwasan  naba’ tidak dikatakan khabar apabila tidak berkaitan dengan hal yang penting, dan mempunyai faedah yang besar. [4]
فتبيّنوا
:
Mencari kejelasan dan pengetahuan, dapat di konfirmasi kebenarannya, yang dimaksud disini memverifikasi berita sehingga  manusia mengerti apa yang diperintahkan. [5]
Menurut Wahbah az-Zuhaili fatabayyanu diartikan mencari kejelasan yang nyata dan mengetahui kebenaran dari perkara yang dusta.[6]
بجهالة
:
Mereka dalam keadaan bodoh.
نادمين
:
Menyesal atas terjadinya sesuatu dan berharap tidak terjadi lagi. [7] Orang-orang yang menyesal, yakni orang-orang yang sedih berkepanjangan dan berangan-angan bahwa hal itu tidak terjadi. Karena penyesalan adalah kesedihan atas terjadinya sesuatu yang disertai angan-anagan sekiranya hal itu tidak terjadi.[8]


C.    Latar Belakang Munculnya Ayat atau Asbab an-Nuzul
Banyak ahli tafsir yang menyebutkan bahwa latar belakang turunnya surah al-Hujurat ayat 6 ini berkenaan dengan Utusan Rasulullah SAW bernama al-Wa’lid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’ith yang . diutus Rasulullah SAW untuk mengambil zakat di Bani Musthaliq. Para ahli tafsir tersebut diantaranya Muhammad Ali Ash-Shobuni, Abi Fida’i Ismail bin Umar bin Katsir al-Quraisyi ad-Dimasyqi (Ibnu Katsir) dan Abu Bakar Ahmad bin Ali ar-Razi al-Jashshosh (Imam al-Jashshosh).
Muhammad Ali ash-Shobuni mengemukakan dua argumen mengenai latar belakang turunnya surat al-Hujurat ayat 6 dalam tafsirnya, yaitu sebagai berikut:[9]
Pertama, diriwatkan oleh Imam Ahmad dari al-Harits bin Dlirar al-Kuza’i. Bahwa al-Harits menghadap Rasulullah SAW, Beliau mengajaknya masuk islam, diapun berikrar menyatakan diri masuk islam. Rasulullah mengajaknya mengeluarkan zakat, diapun menyangggupinya, dan berkata: “Ya Rasulullah, aku akan pulang ke kaumku untuk mengajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Orang-orang mengikuti ajaranku dan akan aku kumpulkan zakatnya. Apabila telah tiba waktunya, kirimkan utusan untuk mengambil zakat yang telah kukumpulkan itu!”.
Ketika al-Harits sudah mengumpulkan zakat dari kaumnya dan waktu yang ditetapkan telah tiba, tidak ada seorangpun utusan Rasulullah SAW yang menemuinya utuk mengambil zakat tersebut. Diapun memanggil hartawan kaumnya dan dan berkata: “sesungguhnya Rasulullah SAW telah menetapkan waktu untuk mengutus seseorang untuk mengambil zakat yang telah ada padaku, dan beliau tidak pernah menyalahi janjinya. Akan tetapi saya tidak tau mengapa beliau mengguhkan utusan itu. Mungkinkan beliau marah? Marilah kita berangkat mengahadap Rasulullah SAW.
Pada waktu yang telah ditetapkan Rasulullah telah mengutus al-Walid bin ‘Uqbah untuk mengambil dan menerima zakat yang telah al-Harits kumpulkan. Ketika al-Walid berangkat, diperjalanan hatinya merasa tidak tenang, kemudian dia pulang sebelum sampai di tempat tujuan. Maka al-Walid memberi laporan palsu kepada Rasulullah SAW bahwa al-Harits tidak mau menyerahkan zakat kepadanya dan mengancam akan membunuhnya.
Mendengar laporan tersebut Rasulullah mengirim utusan berikutnya kepada al-Harits. Di tengah perjalanan, utusan itu berpapasan dengan al-Harits dan sahabat-sahabatnya yang tengah menuju Madinah untuk menemui Rasulullah. Kemudian al-Harits menanyai utusan itu: “Kepada siapa engkau di utus?, utusan itupun menjawab: “ Kami diutus kepadamu”. “Mengapa?”, tanya al-Harits. Mereka menjawab: “sesungguhnya Rasulullah SAW telah mengutus al-Walid bin ‘Uqbah, namun dia mengatakan bahwa engkau tidak mau menyerahkan zakat, bahkan engkau bermaksud membunuhnya.” Al-Harits menjawab: “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar-benarnya, aku tidak melihatnya. Tidak ada yang datang kepadaku.”
Sesampainya dihadapan Rasulullah SAW, bertanyalah beliau: “Mengapa engkau menahan zakat dan akan membunuh utusanku?”. Al-Harits menjawab: “Demi Allah yang telah mengutus engkau dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.” Maka turunlah surah al-Hujurat ayat 6 sebagai peringatan kepada kaum Mukminin agar tidak menerima keterangan dari sebelah pihak saja.
.
D.    Korelasi dengan Ayat Lain atau Munasabah al-Ayat
Terdepat beberapa ayat dalam al-Quran yang membunyai hubungan atau korelasi dengan surah al-Baqarah ayat 6 diantaranya surah al-Isra’ ayat 36 dan lanjutan ayat tersebut yaitu surah al-Hujurat ayat 7.
Dalam makalah ini penulis mengambil surah al-Isra’ ayat 36 yang bunyinya sebagai berikut:
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ قلى  اِنَّ السَّمْعِ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلاً ﴿۳٦﴾

Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” [Q.S. Al-Isra’(17): 36][10]
Surah al-Isra’ ayat 36 diatas mengandung makna yang selaras dan saling melengkapi surah al-Hujurat ayat 6. Surah al-Hujurat ayat 6 menyebutkan keharusan bertabayyun apabila menerima suatu berita atau informasi ataupun suatu pemahaman  dan cara berpikir terbaru.
 Sedangkan al-Isra’ ayat 36 mengisyaratkan untuk tidak mengikuti sesuatu yang belum diketahui secara jelas dan secara tersirat pula diperintahkan untuk menindaklanjuti sesuatu yang belum diketahui secara jelas kebenarannya hingga dapat diketahui kebenarannya. dan segala sesuatu yang digunakan untuk menerima berita atau informasi tersebut pasti akan di minta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
E.     Penjelasan Ayat dari Berbagai Literatur Tafsir atau Syarh al-Qur’an
Begitu banyak ulama yang mengarang kitab tafsir dan menjelaskan dengan berbagai sudut pandang, seperti Muhammad Ali Ash-Shobuni dan imam al-Qurthubi yang menafsirkan Al-Qur’an dari sudut pandang fiqh,  kemudian Ibnu Katsir dan ar-Razi yang menafsirkan Al-Qur’an dari sudut pandang kelimuan, dan masih banyak lagi corak-corak penafsiran Al-Qur’an.[11]
Dalam makalah ini penulis mengambil penjelasan dari kitab tafsir yang bercorak fiqih, seperti Muhammad Ali ash-Shobuni dan...
Muhammad Ali ash-Shobuni dalam kitab Rawai’ul Bayan  Tafsir Ayatul Ahkam Minal Qur’an Juz 2 menafsirkan surah al-Hujurat Sebagai berikut:[12]
1.      Surat al-Hujurat dapat disebut juga atau termasuk surat akhlak dan adab. Diantara keutamaan surat ini yaitu:
a.       Kewajiban mempertegas ketaatan kepada Rasulullah SAW
b.      Menghormati Rasulullah SAW secara maksimal dan jangan meninggikan suara ketika ada beliau.
c.       Wajib meneliti kebebaran kabar-kabar yang beredar, dan jangan berkata seperti perkataan orang fasik
d.      Larangan memberi julukan yang tidak disenangi.
e.       Larangan terhadap perilaku memata-matai, seudzon, dan akhlak-akhlak yang buruk.
2.      Kata inja akum fasiqun bi nabain di surah al-Hujurat ayat 6 tersebut mengisyaratkan kepada kaum mukmin untuk waspada terhadap segala sesuatu, tidak menerima setiap perkataan yang dikirim kepada kita tanpa mengetahui sumbernya secara detail. Dengan kata lain, apabila datang berita dari orang fasik  maka bertabayyun atau meng-crosscheck kebenaran berita yang dia bawa.
Didalam tafsirnya Muhammad Ali Ash-Shobuni juga menjelaskan hukum-hukum syariah yang dapat diambil dari penafsiran surah al-Hujurat ayat 6 tersebut, diantaranya sebagai berikut
1.      Apakah boleh menerima suatu berita jika berasal dari orang yang adil?
2.       
Abi ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar Al-Qurthubi (Al-Qurthubi) menafsirkan bahwa pengetahuan akan sumber berita merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menerima berita. Dalam surah al-Hujurat ayat 6 ini, sumber berita dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu orang yang adil dan orang fasik. Apabila sumber berita itu berasal dari orang yang adil, yaitu orang yang tidak melakukan dosa besar ataupun  kecil dengan sengaja maka beritanya boleh diterima. Meskipun begitu, kondisi kefasikan dapat terjadi pada oreang islam yanaslinya adil sehinggaal-Qurthubi tetap mengisyaratkan agar seorang hakim dalam mengambil keputusan harus melakukan tabayyun terhadap berita yang diterimanya. [13]
F.     Analisis Penafsiran Ayat atau Qira’ah al-Muntijah
Menurut penulis Tabayyun adalah mencari informasi yang akurat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu perkara agar dikemudian hari tidak timbul permasalahan baru seperti fitnah dan perasaan menyesal akan keputusan yang telah di tetapkan.
Surah al-Hujurat (49): 6 termasuk ayat yang sangatlah agung, karena mengandung pelajaran yang penting agar umat islam tidak terjerumus ke lembah fitnah. Apabila dikaitkan dalam bidang hukum kata fatabayyanu sangatlah pantas untuk digunakan sebagai pedoman dalam menentukan hukum atau vonis. Karena dalam menentukan hukum seorang hakim harus mengetahui secara detail masalah yang sedang diperselisihkan. Hal ini perlu dilakukan agar jangan sampai seorang hakim menimpakan suatu bencana kepada suatu kaum yang tidak diketahui keadaan yang sebenarnya, yang man nanti akan menimbulkan penyesalan atas perbuatan yang terlanjur dilakukan dan berangan-angan sekiranya hal itu tidak pernah terjadi.
Seorang hakim yang bertabayyun atau tidak di akhirat nanti akan di tempatkan di tiga tempat sebagaimana hadis di bawah ini:
حدّثنا إسمعيل بن توبة حدثناخلف بن خليفت حدّثنا أبو هاشم قال لولا حديث ابن بريدة عن أبيه عن رسول الله صلى الله عليه وسلّم قال القضاة ثلاثة اثنان فى االنار وواحد فى الجنّة رجل علم الحقّ فقضى به فهو في الجنة ورجل قضى للناس على جهل فهو فى النّار ورجل جار فى الحكم فهو فى النّار لقلنا إنّالقاضي إذا اجتهد فهو الجنّة ﴿رواه ابن المجة : ٢٣٠٦﴾[14]

Hadis di atas dapat dipahami bahwa ada tiga golongan hakim yaitu seorang hakim yang  akan menempati surga yaitu hakim yang memutuskan perkara dengan ilmunya atau, dan dua hakim yang akan menempati neraka yaitu hakim yang memutuskan perkara dengan kebodohan dan hakim yang berlaku curang dalam memutuskan perkara.
 Makna hadis di atas dengan penafsiran surah al-Hujurat ayat 6 adalah tentang mengetahui perkara/informasi yang sebenarnya dari sebuah masalah dan memutusakan masalah itu dengan sebenar-benarnya. Dalam hal ini informasi yang sebenarnya dapat diketahui dengan bertabayyun atau crosscheck terlebih dahulu. Akan tetapi hakim yang memutuskan perkara tanpa informasi yang benar  dengan tabayyun terlebih dahulu maka neraka tempatnya.

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut:
1.      Tabayyun adalah mencari informasi yang akurat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu perkara agar dikemudian hari tidak timbul permasalahan baru.
2.      Kita wajib meneliti kebenaran suatu kabar, dan jangan langsung mempercayai orang fasik.
3.       Kewajiban tabayyun dibebankan kepada orang yang menerima kabar dan akan menjatuhkan vonis dari pihak yang tertuduh.
4.      Seorang  hakim harus bisa mengaplikasikan sikap tabayyun ini mengingat betapa pedihnya ancaman Allah SWT melaluli sabda Nabi Muhammad SAW bahwa seoranh hakim diancam masuk neraka apabila tidak menetapkan hukum ilmu atau dengan bertabayyun.



DAFTAR PUSTAKA
Al-Maraghi, Ahmad Musthafa., 1946. Tafsir Al-Maraghi Juz 26, Kairo: Musthofa Al-Babi Al-Halabi.
Al-Qurthubi, Abi ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar., 2006. Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an Juz 19, Beirut: Muassasah al-Risalah.
Ash-Shobuni, Muhammad Ali., 1980. Rawai’ul Bayan Tafsir Ayatul Ahkam Minal Qur’an, Juz 2, Damaskus: Maktabah Al-Ghozali.
Az-Zuhalili, Wahbah., 2009. Tafsir Al-Munir Al-‘Aqidah Asy-Syari’ah Wa Al-Manhaj, Damaskus: Darul Fikr.
Kementerian Agama R.I., 2013. Al-Qur’an dan Terjemahannya Disertai Asbabun Nuzul, Klaten: CV. Sahabat.
Lidwa Pustaka i-Software – Kitab 9 Imam Hadits
Syukur, Abdul., 2015. Mengenal Corak Tafsir Al-Qur’an, Pamekasan: El-Furqonia. Vol. 1, No.1.







[1] Kementerian Agama RI, A;-Qur’an dan terjemah disertai Asbabun Nuzul, (Klaten: CV. Sahabat, 2013), hlm.
[2] Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Juz 26 (Kairo, Musthofa Al-Babi Al-Halabi, 1946) hlm. 126
[3] Muhammad Ali Ash-Shobuni, Rawai’ul Bayan Tafsiri Ayatul Ahkam minal Qur’an, Juz 2, (Damaskus: Maktabah Al-Ghozali, 1980), hlm. 471.
[4] Ibid., hlm. 471.
[5] Ibid., hlm. 472.
[6] Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah asy-Syari’ah wa al-Manhaj, (Damaskus: Darul Fikr, 2009), hlm. 555.
[7] Muhammad Ali ash-Shobuni, op.cit., hlm. 472
[8] Ahmad Musthofa Al-Maraghi, op.cit., hlm. 126.
[9] Muhammad Ali ash-Shobuni, op.cit., hlm. 475-477.
[10] Kementerian Agama R.I, op.cit. hlm.
[11] Abdul Syukur, “Mengenal Corak Tafsir Al-Qur’an”, El-Furqonia, volume I No.1, Agustus 2015, hlm 85-92.
[12] Muhammad Ali Ash-Shobuni, op.cit., hlm. 377-379.
[13] Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an Juz 19, (Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2006),hlm. 369.
[14] Lidwa Pustaka i-Software – Kitab 9 Imam Hadits